May 25, 2015

Tentang sebuah profesi

Selamat malam,
Saya selalu merasa kesulitan saat mesti menulis profil diri sendiri. Saya sadar hal ini disebabkan banyaknya pekerjaan yang seringkali saya jalani secara bersamaan namun semuanya berbeda bentuknya, walaupun mungkin bidangnya sama. Seperti saat ini misalnya, saya masih membuat kolase, menjadi penulis naskah, konsultan komunikasi, juga pemateri lokakarya. Belum lagi saya juga membuat barang-barang kriya dengan nama Recycle Retro. Jadi apa sebenarnya profesi saya?
Kadang saya ingin juga seperti banyak teman saya yang tampaknya sudah jelas alur profesi dan hal-hal yang ingin mereka lakukan di dalam hidupnya. Sementara saya rasanya dari dulu ya seperti ini saja. Bersenang-senang melakukan apapun yang membuat saya senang, apalagi kalau kemudian juga mendatangkan uang, makin senanglah saya melakukannya. 
Namun kemudian saya berpikir bahwa yang penting dari semua yang saya lakukan tersebut adalah saya senang dan menikmati prosesnya. Mungkin memang alur yang tepat untuk saya yang memang mudah bosan dan memiliki banyak ketertarikan pada banyak hal adalah seperti sekarang ini. 
Dan saya akui saya seringkali memang memberanikan diri untuk melakukan sesuatu atau melakukan pekerjaan yang saya belum pernah lakukan sebelumnya agar saya belajar sesuatu yang baru, kenal juga dengan lingkaran pergaulan baru, dan banyak hal-hal baru lainnya karena saya sadar sekali saya adalah orang yang apabila sudah nyaman dengan satu lingkungan atau kebiasaan kemudian malas sekali keluar dari sana. Terlena. Padahal hidup bukan hanya tentang merasa nyaman, aman dan tentram kan?  Dengan gelisah kita jadi tahu apa artinya tenang, dengan kurang kita jadi bisa bersyukur kalau kita berlebih atau bahkan seringkali berlebihan.
Karenanya mulai sekarang kalau diminta menulis profil dan mesti menulis profesi, saya akan menjawabnya dengan: menjadi diri saya sendiri.

Dec 24, 2014

Recycle and repurposed used books



Selamat malam.

Hari ini saya akan bercerita tentang buku-buku bekas yang saya daur ulang menjadi jurnal atau buku sketsa selama beberapa tahun terakhir ini. Idenya sendiri saya temukan di internet sudah lama, tapi kemudian waktu saya coba membuatnya, saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan terus membuatnya sampai hari ini.


Biasanya buku yang saya daur ulang adalah buku-buku bekas hard cover yang masih bagus kondisi tulang bukunya, karena di bagian itulah nantinya kertasnya akan direkatkan kembali setelah diganti. Selain itu saya akan merasa sangat senang bila di dalam buku bekas tersebut ada ilustrasi atau gambar-gambar yang menarik, baik berwarna maupun hitam putih. Sehingga bagian yang akan saya ganti kertasnya adalah kertas-kertas yang bertulisan saja nantinya. 


Awalnya dulu saya menggunakan kertas HVS putih biasa untuk mengisi ulang halaman-halaman kertas dalam buku yang saya daur ulang, namun sekarang saya menggunakan kertas buku 90 gram warna cream agar makin pas dengan nuansa buku bekasnya. Kertasnya polos tak bergaris sehingga bisa untuk menulis sekaligus menggambar diatasnya. 


Karena beberapa teman yang menjadi pelanggan untuk buku-buku ini menggunakannya untuk doodle atau menggambar dengan marker dan cat air sekaligus, mereka merasa kertas ini cukup memadai. Untuk kolase juga tentunya. Walaupun saya baru menggunakan beberapa halaman saja untuk menyicil buku kolase saya sendiri.

 
Saya sangat menikmati proses pembuatan buku-buku daur ulang ini dari berburu buku bekasnya, membeli kertas, memotret, hingga menceritakannya kepada para calon pembeli saya. Dan walaupun pernah ada teman yang bertanya apakah saya tidak sayang dengan isi buku yang sudah saya lepas dari sampulnya, saya berusaha untuk memilih buku yang memang sudah tidak terlalu layak dibaca lagi atau menggunakan bahasa asing di luar bahasa Indonesia dan Inggris.


Namun tentu saja saya pernah beberapa kali membeli buku bekas yang kemudian saya malah simpan untuk dibaca atau pajang saja karena isi dan gambarnya serta kondisinya masih bagus sekali. Dan tumpukan isi buku-buku yang sudah dilepas dari tulang dan sampul aslinya tersebut adalah bahan kolase dan decoupage yang sempurna. Jadi, tidak heran kan kalau saya rajin sekali ke toko buku bekas kalau bepergian kemana-mana?

Selamat tidur,

Ika

Dec 20, 2014

The object of my affection

 

Selamat malam.
Setelah lima bulan tidak menulis disini, saya kembali dengan cerita tentang taman kecil di bawah jendela kosan saya.
Taman yang dibuatkan oleh kekasih saya menggunakan sebilah papan kayu sisa dan disangga oleh dua siku besi berwarna putih. Sesederhana itu.

Dengan menggunakan dua nampan dan satu teko enamel bekas, mulailah saya mengisi taman saya dengan lima pot kaktus diatas ini. Namun kemudian saya ingat koleksi mug enamel bekas yang mulai menumpuk dan beberapa yang tidak digunakan sama sekali. Tapi juga tidak mau dijual, apalagi dikasi orang karena kadung sayang. Haha! 


Jadilah mug-mug enamel tersebut saya gunakan sebagai wadah pot-pot kaktus dan tanaman lainnya di taman saya. Selain mug dan teko, juga ada kaleng enamel bekas permen yang saya gunakan di taman kecil saya ini.


Setiap pagi saat saya membuka jendela, merekalah yang pertama kali saya pandangi. Saya senang sekali setiap kali melihat ada yang semakin tinggi, berbunga atau bahkan bertunas baru. Juga langsung sedih kalau mendapati ada yang layu, kering atau membusuk karena salah siram. Sekarang saya sudah masukkan jadwal siram tanaman seminggu sekali di dalam agenda saya, setiap hari Minggu.

 
Hari ini jumlah tanaman saya sudah lebih dari dua puluh pot yang sebagian besar adalah kaktus dari berbagai jenis dan ukuran. Berkat kekasih saya yang terampil dan pandai menata mereka, kami akhirnya juga bisa menggunakan area di bawah jendela kamar untuk meletakkan beberapa wadah-wadah pot yang lebih besar. Senangnya!

Tentunya saya masih berusaha keras mempelajari tanaman-tanaman di dalam taman saya dengan lebih baik setiap hari. Memastikan mereka mendapat cukup  matahari, mengeluarkan pot-pot yang sudah lama berada di dalam (Iya, akhirnya saya pun menempatkan beberapa pot di dalam karena di bawah jendela sudah tidak ada tempat lagi. Hihihi!), menukar wadahnya bila diperlukan, termasuk membeli pot baru yang lucu-lucu.


Sekarang saya mengerti senangnya mengurus tanaman dan punya taman sendiri. Karena dari dulu walaupun saya tahu jenis-jenis tanaman kesukaan saya, juga selalu senang melihat tempat tinggal dengan banyak tanaman berserakan di dalamnya, namun baru sekarang saya merasakannya sendiri. 

Seperti kebiasaan saya dengan hal-hal baru lainnya, saya cenderung akan membawanya menjadi berlebihan lalu lupa diri. Buruk sekali. Seperti hari ini saja, kekasih saya sudah mengingatkan untuk berhenti dulu untuk terus membeli tanaman baru karena mudah matinya beberapa dari mereka ternyata. 

Begitulah cerita tentang The Object Of My Affection malam ini.

Ika 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...